Corona, Jangan Panik Tetapi Tetap Waspada

Setelah Pengumuman dari Presiden Jokowi tentang Virus Corona yang sudah masuk ke Indonesia, dengan teridentifikasinya 2 warga Depok melalui media Nasional kemarin (2/3/2020), kita tidak perlu PANIC dan tetap waspada dengan berita yang ada. Tetap mengikuti saran dari Kementrian Kesehatan sesuai Standar WHO yang menerapkan SOP pencegahan dan penyebaran virus Corona. Bagaimana sikap kita merespon berita tersebut? Haruskah kita panik?

  • Mengikuti perkembangan terkait Virus Corona yang saat ini infonya tersebar di berbagai kanal, mari jelaskan ke anak tanpa menimbulkan kepanikan.
    Yuk, bertahap belajar bareng hal-hal yang perlu kita perhatikan! #repost Keluargakita

#repost :

Perlukah kita panik menghadapi COVID-19?

Pertama pahami bagaimana SARS-CoV-2 virus penyebab COVID-19 ini menular dari orang ke orang. Virus ini menular melalui droplet, yaitu percikan ludah atau bersin seseorang yang positif. Jarak terjauh penularan melalui droplet ini adalah 1,8 meter. Jadi virus ini nggak terbang-terbang di udara. Makanya masker tidak disarankan sebagai langkah pencegahan. Justru yang harus dilakukan adalah rajin mencuci tangan menggunakan air dan sabun atau hand sanitizer berbasis alkohol karena ada kemungkinan droplet menempel di tangan kita saat menyentuh benda-benda yang terkontaminasi droplet. Masker disarankan dipakai oleh seseorang yang positif SARS-CoV-2 untuk mencegah droplet menyebar.

Belum diketahui secara pasti berapa lama SARS-CoV-2 bisa hidup dipermukaan benda, tetapi virus Corona yang sebelumnya mampu hidup dipermukaan benda hingga 9 hari. Oleh karena itu permukaan benda di tempat umum perlu dilap lebih sering menggunakan desinfektan (lift, pegangangan.tangga, pegangan eskalator, dll).

Kedua, pahami fatality rate COVID-19 secara umum adalah sekitar 2,9%, jauh lebih kecil dibandingkan dengan MERS 37%, SARS 10% . Jika dilihat perkelompok umur maka semakin berumur risikonya semakin besar. Dan dari data menunjukkan kasus fatality lebih banyak terjadi pada pasien dengan penyakit penyerta sebelumnya (diantaranya adalah diabetes dan hipertensi).

Ketiga, pahami infectivitynya. SARS-CoV-2 memiliki infectivity 1,4-4,08 artinya seseorang yang positif bisa menularkan kepada 1-4 orang lainnya. Ini lebih tinggi dibandingkan dengan SARS-CoV 1-2,75 dan MERS <1.

Keempat, pahami riwayat bepergian dan riwayat kontak dengan orang-orang yang baru bepergian dari negara yang tinggi kasus COVID-19.

Jadi kalau anda usia dibawah 60 tahun, tidak punya penyakit kronis seperti hipertensi atau diabetes, tidak ada riwayat bepergian atau kontak dengan orang yang bepergian ke negara yang wabah COVID-19, risikonya sangat kecil untuk tertular dan mengalami fatality.

Sekarang yang penting jaga kebersihan, cuci tangan dengan benar setiap kali habis memegang sesuatu, tutup hidung dan mulut jika batuk atau bersin, tidur cukup, makan cukup sayur buah, olah raga, hindari bepergian ke negara yamg sedang wabah dan jangan lupa berdoa.

Di musim hujan seperti ini justru kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) jauh lebih perlu diwaspadai.

Ingat, MEDIA sudah mengamplifikasi kasus COVID-19 ini sedemikian rupa sehingga tampak sangat berbahaya.

So…keep calm.. (dr. Lelitasari Danukusumo)

sumber : https://www.worldometers.info/coronavirus/coronavirus-age-sex-demographics/