Sejarah Pulutan

Pada zaman dahulu ada seorang Nyai yang berdakwah di sebuah Desa terpencil di Jawa Tengah. Beliau merupakan murid dari seorang Ulama Besar Indonesia yang berasal dari Pondok Tegaror, Kediri Jawa Timur.

Semakin lama, santri dari Nyai tersebut semakin bertambah banyak, dan ada santri laki-laki yang ilmu Agamanya pintar. Sehingga Nyai tersebut KEPULUT oleh santri tersebut.

Sampai suatu ketika Sang Guru dari Pondok Tegaror datang menghampiri Nyai tersebut yang merupakan muridnya. Sang Guru tersebut mengajak Nyai untuk pulang ke Pondok Tegaror, Kediri Jawa Timur. Namun, Nyai tetap bersikeras tidak mau pulang karena sudah KEPULUT oleh santrinya sendiri.

Pada akhirnya, Nyai tersebut menikah dengan santrinya sendiri dan orang-orang di Desa tersebut memberikan nama Nyai dan Kyai Welut. Asal kata KEPULUT itulah yang menjadikan Desa tersebut dengan nama PULUTAN.